Terkadang kita marah saat usaha kita dibuat sepi atau malah bangkrut oleh Tuhan, padahal niat kita sudah baik dan cara usaha kitapun sudah baik. Mungkin kita lupa dilain waktu kita minta sama Tuhan diberi kesabaran yang banyak dan agar selalu bisa mendekat kepada Tuhan. Mungkin itu salah satu cara Tuhan mengabulkan doa kita agar kita bisa sabar dan mendekat, dengan dibuat sepi atau malah bangkrut, kita bisa sabar akan segala ujian hidup dan bisa lebih mendekat kepada Tuhan.
Kalau dalam doa atau hati kita minta diberi ini, kok ternyata malah diberi itu sama Tuhan, maka yakinlah apa yang telah diberi Tuhan itulah yang terbaik, mungkin Tuhan tahu apa yang kita inginkan sebenarnya tidak kita butuhkan, tapi yang Tuhan beri itulah yang kita butuhkan.
Ibarat anak balita, pasti ia ingin sesuatu yang menarik, mungkin ia akan bermain pisau dan bahkan akan menangis kalau permintaannya tidak dikabulkan. Namun, sebagai orang tua pasti tahu mana yang dibutuhkan balitanya dan bukan keinginan balitanya. Jika orang tuanya menuruti keinginan anak balitanya dengan bermain pisau tentu akan membahayakannya, jadi orang tuanya memberikan yang ia butuhkan (botol susu, mainan, dll). Seperti itulah cara Tuhan memberi bentuk kejadian pada kehidupan kita. Ambil positifnya dan selalu berperasangka baik pada takdir yang telah Tuhan berikan.
Dalam usaha, belilah segala sesuatunya apa yang kita butuhkan saja, jangan yang kita inginkan, apalagi ikut-ikutan mode/fashion, agar modal lebih efisien. Semisal kalau kita perlu hp hanya untuk sms dan telp, tidak perlu beli hp yang penuh fitur mulai dari kamera resolusi tinggi, layar jernih, layar lebar, dll. Toh itu semua tidak kita perlukan, jadi kita membeli yang tidak kita gunakan.
Bedakan antara kebutuhan dan keinginan, karena yang kita inginkan terkadang tidak kita butuhkan. Jadi harus lebih bijak dalam mengambil keputusan, pilih dan pilah sesuai kebutuhan kita. Utamakan yang lebih utama.
No comments:
Post a Comment