Terjemakan

Tuesday, December 27, 2016

Kisah pengugah Hati

Bocah Ini Suka Sembunyikan Ponsel Punya Ibunya, Alasannya Bikin Nangis Aja
27 Des. 2016


 Kisah mengharukan datang dari seorang netizen asal Malaysia bernama Puan Adlil Rajiah.

Kisah ini telah menyentuh hati banyak orang, terutama ibu-ibu. Kenapa? Karena di dalam kisahnya terdapat suatu pesan penting bagi orangtua yang selama ini mungkin masih sering mengabaikan tanggungjawabnya.

Cerita ini sendiri terjadi di kehidupan pribadi Puan bersama putra tercintanya yang bernama Haikal.

Dalam postingannya itu, Puan menceritakan sikap aneh dari putranya belakangan ini, yang di mana sering menyembunyikan ponselnya.

Hal itu dilakukan bukan sekali, tapi berulang kali. Hal ini pun menimbulkan rasa penasaran, ketika Puan bertanya. Jlebbb.. dia mendapat jawaban yang sungguh mengharukan. Penasaran? Simak saja langsung cerita lengkapnya di bawah ini yang dihimpun dari TribunSolo.com.

“Akhir-akhir ini, Haikalsuka menyembunyikan ponsel saya.

Awalnya, saya ingat dia cuma ingin bergurau.Sebab Haikal akan tertawa guling-guling bila berhasil menyembunyikan ponsel saya,dan melihat saya kebingungan cari ponsel.

Lalu tadi.Dia berbuat begitu lagi.
Tapi kali ini betul-betul dia menyembunyikannya di tempat yang susah hingga saya kesulitan.

Jadi aku menyerah dan pura-pura menangis.
Sebab, jalan pintas untuk mendapatkan ponsel saya adalah dengan mempermainkan perasaan Haikal.

So saya pura-pura nangis sampai Haikal datang merujuk.

“Mama, jangan lah nangis. Haikal cuma bercanda.”

“Mama tak jumpa phone mama.”

“Nah. Ini ponsel mama. Sorry mama. Haikal hanya bergurau.”

“Thank you. Setelah ini jangan lagi menyembunyikan ponsel mama. Mama biasa kerja dengan ponsel ini.”

* Haikal terdiam lama *

“Kenapa Haikal diam?”

“Sebenarnya Haikal tak suka mama melihat ponsel itu. Haikal lebih suka kalau mama melihat Haikal. Mama tahu tidak ponsel ini dapat merusak mata mama? Haikal tak pernah pun merusak mata mama. Tapi kenapa mama tak senang menatap Haikal?”

(Mendengar jawaban itu) Aku langsung banjir air mata.
Kemudian memeluk Haikal kuat-kuat.

Ya Allah.
Benar-benar lain rasa tamparan malam ini.

Haikal berhak mendapat penghargaan,
Yang selalu ingatkan saya tentang amanah yang selalu terlupakan.

Ya Allah.
Izinkan aku untuk jadi ibu yang Haikal butuhkan.
Bantu aku untuk jadi ibu yang Haikal banggakan.
Bimbing aku untuk selalu memperoleh ridho Mu selama mengemban amanah IBU ini.

Sayang mama Ashraf Haikal,you are beyond special.
You are a true gift from Allah.Please hold myO hand forever,and bring me closer to Him
Tertidur

Saturday, September 10, 2016

Belajar Pada Semut


Semut. Ketika terlintas kata semut, mungkin yang muncul di benak kita adalah citranya yang selalu mengganggu. Sering gula kita yang disimpan di dapur dihinggapinya dan bahkan menggigit kita ketika kita sedang enak-enaknya duduk atau tidur. Padahal pada hakikatnya, semut merupakan makhluk yang sangat terampil, sosial, dan cerdas. Makhluk mungil ini, yang (mungkin) tidak pernah dianggap penting dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tuhan dalam menciptakan sesuatu pasti tidak rasianya. Namun, kadang kita tidak mengetahuinya. Seperti itu juga semut. Semut secara sekilas memang tidak ada gunanya hidup di sekeliling kita—mungkin karena semut merupakan makhluk kecil dan tak tenar. Namun, kalau kita mau berfikir dan merenungi akan kebaradaannya, maka kita akan menemukan pelajaran berharga darinya.

Dalam al-Quran, mereka yang berpikir tentang alam sehingga mengenali kemahakuasaan Allah, dipuji sebagai teladan bagi orang beriman. Allah berfirman dalam al-Qur’an yang artinya; “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih ber-gantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau. Maka, peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. 3: 190-191).

Berbicara soal semut, maka banyak yang dapat kita ambil hikmah darinya. Kita bisa belajar berperilaku seperti halnya semut-semut yang sering kita lihat dalam keseharian. Diantaranya, pertama, membiasakan salam dan saling menghormati. Kalau kita melihat semut yang sedang berpapasan, maka kita akan menemukan antara semut dengan semut yang lainnya seakan-sekan menunduk berbisik antara satu sama lainnya. Semua itu menggambarkan betapa terbudayanya saling menghormati di dunia semut dengan saling sapa ketika mereka berpapasan. Kalau pada budaya kita, mungkin bisa dianalogikan pada ufsus salam.
Kedua, kekompakan. Tidak ada ceritanya seekor semut bertikai dengan sesamanya. Ketika mereka menemukan makanan, dengan tanpa ada komando mereka akan mengabari pada yang lain dan menggotongnya bersama-sama. Mulia sekali.

Ketiga, rajin. Selama masih ada proyek, entah itu ketika mencari makanan atau sejenisnya, semut tidak akan berhenti untuk hanya istirahat. Pernahkah kita melihat semut itu tidur atau diam? Jarang kita menemukannya—kalau tidak mau dikatakan tidak ada.

Keempat, rajin menabung. Sering kita temukan segerombolan semut menggotong bersama makanan yang mereka temukan. Hal itu menunjukkan betapa rajinnya mereka menabung untuk masa depan mereka selanjutnya. Pepatah “menabung pangkal kaya” juga ada pada dunia semut.
Jika dikaitkan dengan kita, maka menabung di sini tidak hanya terpaku pada uang atau urusan dunia. Akan tetapi, juga termasuk menabung untuk hari akhirat kita. Sudah menabungkah kita? Rasulullah bersabda; “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok” (H.R. Bukhari).

Kelima, pantang menyerah. Semut bergerak 24 jam sehari. Kecepatan berjalan semut, 0,5 km/jam dengan volume yang 1/130, maka kecepatan semut seukuran manusia adalah 80km/jam. Dalam berduel semut mampu mengimbangi binatang atau serangga musuh 5 kali lebih besar dari dirinya (kecuali lebah, laba-laba dan lipan).
Ada sebuah cerita

Thursday, August 25, 2016

Keutamaan Surat Ar Rahman (Peringatan yang Diulang-ulang) Bismillahirrahmanirrahim


 
Surah Ar-Rahman adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.
 
Surat Ar Rahman adalah salah satu surat dari 114 surat dalam Al Qur'an. Entah mengapa, tanpa mengesampingkan surat lain dalam Al Qur'an, surat ini menyita perhatian saya. Surat ini memiliki kata yang begitu indah dan mengalir berirama. Dan tanpa terasa air mata menetes, satu ,demi satu
 
Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia.
 
 
FABIAYYI ALAA 'IRAABIKUMAA TUKADZDZIBAANN (maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan). Tiga puluh ayat dalam surat Ar Rahman memiliki kalimat ini; maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? Berulang, Allah memberi peringatan kepada kita; maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?
 
Melalui surat ini Allah seolah memberi sinyal kepada kita akan sifat kita yang pelupa, kufur nikmat, dan tidak mau berfikir. Ya, tiga hal itu yang ada dibenak saya (semoga Allah mengampuni kesalahanku) ketika ayat demi ayat dibaca.
 
PELUPA; manusia adalah mahluk yang pelupa
 
Manusia dalam Al Qur'an di tulis dalam beberapa istilah, yakni al-insaan, an-naas, al-basyar, dan banii Aadam. Manusia disebut al-insaan karena dia sering menjadi pelupa sehingga diperlukan teguran dan peringatan. Sedangkan kata an-naas digunakan untuk menunjukan sekelompok manusia baik dalam arti jenis atau sekelompok tertentu. Al-basyar, karena manusia cenderung perasa dan emosional, dan banii Aadam karena dia menunjukkan pada asal-usul yang bermula dari nabi Adam.
 
 
setidaknya ada dua hal yang seringkali dengan mudah dilupakan manusia, dan barulah dia teringat dan menyadari apa yang telah dilupakan itu, ketika berada dalam kondisi sulit, susah dan membahayakan.
Pertama, manusia dengan mudah dan gampang melupakan Allah swt. dan baru ingat kembali kepada-Nya, ketika manusia menghadapi kondisi sulit, susah dan membahayakan. Begitulah yang disebutkan Allah dalam surat Yunus [10]: 12
 
Artinya: “Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdo`a kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdo`a kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.”
 
Begitu juga dalam surat Fushshilat [41]: 50
 
Artinya: “Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: "Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang…”
 
Kita adalah mahluk pelupa, dan Allah mengingatkan kita berulang-ulang ... maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?
 
KUFUR NIKMAT
 
Disetiap tarikan nafas yang kita hirup, disetiap bergantinya siang malam, di setiap detak jantung, ada nikmat Allah yang kita sering lupakan. Ya, nikmat Allah yang sering lupa untuk kita syukuri. Dan ketika musibah (baca:ujian) diberikan pada kita, kita juga lupa bahwa itu sebagian nikmat yang Allah beri. Lalu kitapun hanya bisa mencaci maki, mengupat, bahkan merasa Allah tidak adil. Masya Allah...
 
 
di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
QS. ar-Rahman (55) : 11
 
 
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
QS. ar-Rahman (55) : 12
 
 
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kau dustakan

Thursday, June 16, 2016

doa agar di mudahkan rejeki


Mau Rezeki Kamu Lancar, Coba Baca Dua Ayat Alquran ini Setiap Malam.
Jun 16, 2016, 15:00 WIB palingseru.com


Palingseru.com –Manusia hanya bisa berdoa dan berikhtiar meminta rejeki yang berlimpah kepada sang maha Kuasa. Namun ternyata ,agar rejeki kita selalu lancar, ada salah satu doa yang wajib di hafal. Khusunya bagi umat Islam.

Doa tersebut terdapat dalam dua ayat Alquran yang wajib di baca setiap malam agar doa – doa meminta rejeki kamu dikabulkan.

Rasullulah SAW bersabda :

“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada malam hari, niscahya ia tercukupi.” (HR. Bukhara dan Muslim)

Selain itu, dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, yang berisi, “Rasulullah SAW dikaruniai tiga hal; diberi shalat lima waktu, diberi ujung (akhir) surat al-Baqarah…”

Baca juga : Yang Agama Islam Wajib Baca, Seperti ini Empat Cara Agar Rezeki Mendadak Datang. Yuk Dicoba.!

Hadis ini pula yang yang dicantumkan oleh Imam Ibnu Katsir saat menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir surat Al Baqarah di dalam tafsirnya.

Allah SWT berfirman dalam dua ayat terakhir surat Al Baqarah :

“Rasul telah beriman kepada al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan),’Kami tidak membeda-bedakan antara seserangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya,’ dan mereka mengatakan,’Kami dengar dan kami ta’at.’ (Mereka berdoa),’Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):”Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al Baqarah : 285 286).

Jadi , jika kamu memang benar – – benar ingin diberi kelancaran oleh Allah SWT. Jangan lupa baca dua kalimat Alquran setiap mau tidur atau ketika sholat tahajud.